Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak usia dini. Menurutnya, pembelajaran dilakukan melalui simulasi interaktif agar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak panik saat menghadapi bencana.
Ia menjelaskan berbagai langkah dasar mitigasi, seperti mematikan listrik saat banjir, merayap saat kebakaran untuk menghindari asap beracun, hingga berlindung di bawah meja saat gempa.
Fadli juga menekankan bahwa peran masyarakat sangat krusial dalam situasi darurat. Ia menyebut sebagian besar korban bencana diselamatkan oleh diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Baca Juga : Raih Kinerja Tertinggi, Wali Kota Makassar: Hasil Kerja Bersama
Karena itu, BPBD Makassar terus mendorong pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana) dan Kecamatan Tangguh Bencana guna memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat lokal.
“Makassar harus menjadi kota yang tangguh bencana, dengan masyarakat yang siap, sigap, dan saling peduli,” pungkasnya. (*)


Komentar