BARRU, KORANMAKASSAR.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin memaparkan sejumlah program inovatif dalam seminar rancangan program kerja di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (15/7/2026).
Program tersebut dirancang sebagai solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pertanian, ekonomi, hingga pendidikan.
Seminar dihadiri Dosen Pembimbing KKN (DPK), Kepala Desa beserta perangkatnya, tokoh masyarakat, dan warga Desa Lompo Tengah. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyerap masukan masyarakat agar seluruh program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.
Dosen Pembimbing KKN, Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si., menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Mahasiswa hadir untuk belajar sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Karena itu, kami berharap masyarakat memberikan masukan dan kritik yang membangun agar seluruh program dapat memberi manfaat nyata bagi Desa Lompo Tengah,” ujarnya.
Baca Juga : UKM KPI Unhas dan Pemkab Bone Hidupkan Kembali P2L, Salurkan 1.300 Bibit untuk KWT Anggrek
Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian adalah rencana pembangunan waste incinerator atau insinerator sampah sebagai solusi pengelolaan limbah rumah tangga.
Inovasi ini lahir setelah mahasiswa menemukan fakta bahwa Desa Lompo Tengah belum memiliki Tempat Penampungan Sementara (TPS) akibat keterbatasan lahan serta kondisi wilayah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung.
Koordinator Desa KKN Tematik 116 Unhas, Abid Muwaffaq Akhmad, menjelaskan bahwa insinerator dipilih sebagai alternatif pengolahan sampah yang lebih efisien dan tidak membutuhkan lahan yang luas.
“Melalui insinerator ini kami berharap persoalan penumpukan sampah dapat diminimalkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Lompo Tengah yang menilai teknologi tersebut dapat menjadi solusi atas persoalan pengelolaan sampah yang selama ini terkendala keterbatasan ruang dan aturan tata kelola kawasan hutan lindung.
Baca Juga : UKM KPI Unhas Gandeng Maxxi Tani, Percepat Transformasi Pertanian Digital bagi Petani Bone
Selain menghadirkan inovasi pengelolaan sampah, mahasiswa KKN juga merancang enam program berbasis disiplin ilmu masing-masing, di antaranya pengolahan sampah organik menjadi kompos menggunakan metode Takakura, pembuatan fungisida alami untuk tanaman, pemanfaatan sekam padi menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif, pengembangan kemasan produk UMKM kue khas desa, penyusunan Buku Sejarah Desa Lompo Tengah, serta edukasi GEMARI (Gemar Makan Ikan) bagi siswa sekolah dasar untuk meningkatkan kesadaran gizi sejak usia dini.
Seluruh program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat, sehingga diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan desa.
Melalui KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116, mahasiswa Universitas Hasanuddin berharap dapat menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam bidang lingkungan, pertanian, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Program-program tersebut juga diharapkan menjadi pemantik lahirnya inovasi desa yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Lompo Tengah. (*)


Komentar