UKM KPI Unhas Gandeng Maxxi Tani, Percepat Transformasi Pertanian Digital bagi Petani Bone

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin menjajaki kemitraan strategis dengan platform ekosistem pertanian digital Maxxi Tani guna memperkuat implementasi program Mannennungeng: Smart Hydro Loop di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.

Kolaborasi tersebut difokuskan pada peningkatan akses petani terhadap teknologi pertanian modern, pendampingan budidaya, serta penguatan ekosistem pertanian berbasis digital yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dalam audiensi tersebut, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., bersama Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, memaparkan perkembangan program Mannennungeng sekaligus menyampaikan kebutuhan petani binaan terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk drone pertanian, serta sistem digital yang dapat mendukung efisiensi usaha tani.

Field Supervisor Maxxi Tani, Baharuddin, S.P., menyatakan pihaknya siap mendukung pengembangan program melalui berbagai skema kemitraan.

Baca Juga ; Unhas Terapkan Teknologi AWD Berbasis IoT di Bone, Dorong Pertanian Hemat Air dan Rendah Emisi

Dukungan itu meliputi penyediaan drone pertanian, pestisida, pendampingan teknis dari tahap persiapan lahan hingga pascapanen, serta skema pembayaran setelah panen yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan modal petani.

“Kami melihat program Mannennungeng memiliki potensi besar dalam mendorong pertanian yang lebih modern. Maxxi Tani siap menjadi mitra petani binaan melalui penyediaan teknologi, pendampingan teknis yang berkelanjutan, serta penguatan kapasitas petani agar mampu meningkatkan hasil produksi secara optimal,” ujar Baharuddin, Senin (6/7/26).

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Fadel Muhammad S., menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan Maxxi Tani menjadi langkah strategis dalam mempercepat penerapan pertanian cerdas di Kabupaten Bone.

“Kolaborasi ini membuka peluang bagi petani binaan untuk lebih mudah mengakses teknologi pertanian modern. Dengan pendampingan yang terintegrasi, kami optimistis produktivitas dan efisiensi usaha tani akan meningkat sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” katanya.

Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi organisasi dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga : Pemdes Kajaolaliddong Dukung Program “Mannennungeng” Unhas, Dorong Pertanian Cerdas dan Berkelanjutan

“Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh akses terhadap teknologi, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan sehingga mampu membangun sistem pertanian yang lebih mandiri, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, dosen pendamping PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor pertanian membutuhkan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Sinergi multipihak merupakan fondasi penting dalam menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan. Kami berharap kemitraan ini menghadirkan manfaat nyata sekaligus menjadi model kolaborasi pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi di Kabupaten Bone,” tuturnya.

Komentar