MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Sebuah kapal nelayan KM Risnawati Indah meledak saat melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan di kawasan Pelabuhan Paotere, Makassar, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 04.30 WITA.
Insiden tersebut mengakibatkan sembilan anak buah kapal (ABK) mengalami luka-luka.
Para korban langsung mendapat penanganan medis, sementara aparat kepolisian bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan melakukan penyelidikan.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Paotere, Iptu Ibnu Chaerul, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, penyebab ledakan hingga kini masih dalam proses pendalaman.
“Benar, terjadi ledakan di atas kapal nelayan sekitar pukul 04.30 dini hari. Untuk penyebabnya masih kami selidiki bersama tim identifikasi Polres,” ujarnya.
Baca Juga : Kapolres Pelabuhan Makassar Dampingi Kapolda Sulsel Lepas Bantuan Kemanusiaan ke Aceh
Untuk mendukung proses penyelidikan, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Sulawesi Selatan turut diterjunkan guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan barang bukti.
Polisi juga telah memeriksa sedikitnya empat saksi, terdiri atas satu ABK dari kapal yang meledak dan tiga ABK dari kapal yang berada di sampingnya.
Berdasarkan keterangan awal, ledakan diduga berasal dari mesin kapal.
“Saksi menyebutkan ledakan terjadi saat mesin genset atau mesin engkol dinyalakan. Namun ini masih dugaan awal dan akan kami dalami lebih lanjut,” jelas Ibnu.
Baca Juga : Waspada Cuaca Ekstrem, Satpolair Polres Pelabuhan Makassar dan BPBD Perkuat Patroli Laut
Sementara itu, Kasubsipenmas Humas Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, menambahkan bahwa lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
“INAFIS Polres Pelabuhan Makassar bersama Ditpolairud Polda Sulsel sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti ledakan,” katanya.
Hingga kini, aparat masih menunggu hasil investigasi resmi untuk memastikan penyebab insiden yang sempat menggegerkan kawasan pelabuhan tersebut. (firman dhanie)


Komentar