MPLS Ramah 2026, SMAN 19 Makassar Perkuat Pendidikan Anti-Bullying dan Pencegahan Kekerasan Seksual

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – SMA Negeri 19 Makassar memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 sebagai sarana membangun karakter peserta didik baru melalui edukasi anti-bullying, pencegahan kekerasan seksual, serta perlindungan terhadap saksi dan korban.

Pada hari kedua MPLS, sekolah menghadirkan narasumber dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3A Dalduk KB Provinsi Sulawesi Selatan dan Sahabat Saksi dan Korban (SSK) Sulawesi Selatan untuk memberikan pemahaman kepada ratusan siswa baru tentang pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Wakil Kepala SMAN 19 Makassar, Sultan Arifuddin, S.Pd., mengatakan kegiatan MPLS dilaksanakan sesuai Petunjuk Teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan mengusung tema MPLS Ramah Anak.

Selain penguatan pendidikan karakter dan tujuh kebiasaan anak sehat, sekolah juga menghadirkan narasumber eksternal agar siswa memperoleh wawasan lebih luas mengenai perlindungan anak.

Baca Juga : LSM PERAK Dorong Evaluasi Kepala SMAN 16 Makassar, Soroti Disiplin dan Efektivitas Kinerja

“Kami ingin peserta didik memahami bahaya bullying, kekerasan verbal maupun nonverbal, serta mampu menjaga diri, menghormati sesama, dan mengetahui bahwa hukum hadir untuk melindungi mereka,” ujarnya.

Kepala Seksi Tindak Lanjut UPT PPA DP3A Dalduk KB Provinsi Sulsel, Mariani, S.E., M.Si., menilai masa transisi dari SMP ke SMA merupakan fase yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia mengingatkan peserta didik agar waspada terhadap berbagai bentuk kekerasan, termasuk grooming dan kekerasan seksual berbasis digital yang semakin marak.

“Anak-anak harus berani speak up jika mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan. Jangan sampai menjadi korban karena tidak memahami modus kejahatan yang berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Pendamping Sahabat Saksi dan Korban (SSK) Sulsel, Nunuk Songki, S.H., mengajak para siswa menjadi generasi yang peduli, berani melapor, dan tidak menjadi pelaku maupun pembiar terhadap segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Eks Kepsek SMA 5 Makassar Kirim Surat ke Presiden, Minta Pemulihan Nama Baik

Ketua OSIS SMAN 19 Makassar, Marsha Kuinza, menjelaskan rangkaian MPLS diawali dengan kegiatan Pagi Ceria dan akan ditutup dengan pengenalan organisasi siswa serta ekstrakurikuler. Mengusung tema Hero, MPLS diharapkan melahirkan peserta didik yang menjadi “pahlawan” bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Dukungan juga disampaikan Komite SMAN 19 Makassar sekaligus Pendamping SSK Sulsel, Indah Amriani. Menurutnya, edukasi perlindungan anak sejak awal masa sekolah sangat penting mengingat meningkatnya kasus bullying, kekerasan seksual, dan kejahatan digital.

Ia berharap seluruh peserta didik baru mampu menjadi agen perubahan yang menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, serta bebas dari bullying dan kekerasan.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Semoga semangat MPLS Ramah 2026 melahirkan generasi yang berkarakter, peduli, berani melindungi diri dan sesama, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya. (*)