Dengan terjun langsung ke masyarakat, murid dilatih untuk peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya serta belajar bertanggung jawab atas peran yang mereka jalani sebagai pelajar dan calon pemimpin masa depan.
Hal tersebut sejalan dengan teori pendidikan karakter yang menekankan pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman nyata.
Dalam teori experiential learning, pengalaman langsung dianggap mampu membentuk pemahaman, sikap, dan nilai secara lebih mendalam karena peserta didik terlibat aktif dalam proses belajar.

Melalui kegiatan Social Worker, nilai empati, kepedulian, kerja sama, dan tanggung jawab sosial tidak hanya diajarkan, tetapi juga dialami secara langsung oleh murid dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Edo Lestari, M.Psi., menyatakan bahwa kegiatan Social Worker merupakan program wajib bagi seluruh murid kelas XI.
Ia menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari pembinaan kesiswaan yang bertujuan membentuk karakter murid secara utuh.
Menurut Edo, kegiatan ini melatih kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim yang sangat dibutuhkan oleh murid dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga : Belajar Bahasa dan Budaya Global, 13 Siswa SMA Muhi Yogyakarta Ikuti Program Internasional di Jepang
Edo berharap pengalaman yang diperoleh murid selama mengikuti kegiatan Social Worker dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Ia menilai interaksi langsung dengan siswa sekolah dasar dan lingkungan sekolah tujuan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan demikian, murid SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta tidak hanya tumbuh sebagai individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, empati sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (*)
Penanggung Jawab : Yusron Ardi Darmawan

