Melalui sistem tersebut, keterlambatan verifikasi maupun potensi penumpukan berkas dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.
Untuk menjangkau seluruh masyarakat, termasuk wilayah kepulauan seperti Kecamatan Sangkarrang yang masih terkendala jaringan internet, Disdik tetap menyiapkan opsi pendaftaran offline sebagai solusi khusus.
Selain layanan digital, setiap sekolah juga diwajibkan menyediakan helpdesk dan operator pendamping guna membantu orang tua maupun calon siswa yang mengalami kesulitan saat proses pendaftaran.
Baca Juga : SPMB 2026 Makassar Go Digital, Daftar Sekolah Kini Cukup Lewat LONTARA+
Adapun daya tampung SPMB 2026 diperkirakan mencapai sekitar 500 siswa untuk jenjang PAUD negeri, 18 ribu siswa SD, dan 15 ribu siswa SMP negeri di Kota Makassar.
Pemerintah Kota Makassar berharap berbagai pembenahan tersebut mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan murid baru berbasis digital yang lebih transparan, efisien, dan inklusif. (*)

