MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Makassar siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua TDA Makassar, Reza, saat bertemu Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Senin (10/8/2026).
Reza mengatakan, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui keterlibatan pelaku usaha.
“Kami menawarkan pendampingan bagi UMKM yang bergerak di sektor pengelolaan sampah. TDA memiliki ekosistem yang bisa membantu mereka mengembangkan dan meningkatkan skala bisnis,” ujarnya.
Menurut Reza, TDA Makassar memiliki sekitar 3.000 anggota dan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Sebagian anggota juga telah menjalankan usaha di bidang persampahan.
Baca Juga : Karang Taruna Makassar Siap Jadi Motor Gerakan Pilah Sampah
Karena itu, TDA ingin berperan melalui pembinaan, pendampingan dan penguatan jejaring usaha. Pelaku UMKM diharapkan tidak hanya melihat sampah sebagai limbah, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
“Banyak yang mengelola sampah, tetapi yang melihat sampah itu bernilai belum banyak. Kami ingin mendorong lebih banyak UMKM masuk ke peluang bisnis pengelolaan sampah,” katanya.
Reza menambahkan, kolaborasi akan dilanjutkan dengan melibatkan perangkat daerah terkait untuk memetakan persoalan sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik keterlibatan TDA dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi masyarakat, komunitas dan dunia usaha.
“Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan sistem, sementara masyarakat dan dunia usaha bisa mengambil peran sesuai kapasitasnya,” kata Munafri.
Baca Juga : TPS3R dan 10 Teba Modern di Laikang Hampir Rampung, Biringkanaya Perkuat Pengelolaan Sampah
Munafri menegaskan, penanganan sampah harus bergeser dari sekadar mengangkut dan membuang menjadi pengelolaan sejak dari sumber, mulai pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Ia menilai jaringan pengusaha TDA dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan inovasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sektor persampahan.
“Semua harus mengambil bagian. Kalau kita bergerak bersama, persoalan sampah ini bisa kita tangani secara bertahap dan lebih baik,” tegasnya. (*)

