BSU Nurul Ilmi Manggala Jadi Model Edukasi Lingkungan, Warga Bangun Ekosistem Zero Waste dan Urban Farming

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Di kawasan Cluster Berlian Permai (CBP), Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, sebuah gerakan warga yang berawal dari persoalan sampah kini berkembang menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui Bank Sampah Unit (BSU) Nurul Ilmi.

Gerakan ini lahir dari kepedulian warga dan visi Ketua RT 4 RW 7 CBP, Prof. Muhammad Zubair Muis Alie, yang ingin mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan tertata dengan inspirasi budaya disiplin dari Jepang.

Ketua BSU Nurul Ilmi, Andi Nirma Naim, mengatakan perubahan perilaku warga menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah di lingkungan mereka.

“Kami menyadari sampah tidak bisa hanya diselesaikan oleh petugas, tetapi harus dimulai dari kesadaran warga,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga : Wali Kota Makassar Gerakkan RT/RW Jadi Motor Pengelolaan Sampah, Siapkan Insentif Rp100 Juta untuk Lingkungan Terbaik

Dari kesadaran tersebut, warga membangun sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga yang terintegrasi dengan kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT), perpustakaan lingkungan, hingga pengembangan urban farming.

BSU Nurul Ilmi tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan penggerak konsep zero waste di kawasan tersebut.

Selain itu, warga juga mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian perkotaan. Saat ini, dua unit pengolahan organik telah berjalan dan menjadi bagian dari ekosistem urban farming di lingkungan CBP.

“Kompos yang dihasilkan akan digunakan kembali untuk mendukung urban farming warga,” jelasnya.

Gerakan ini turut didukung berbagai pihak, mulai dari pemerintah kelurahan dan kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Perikanan, komunitas lingkungan, hingga pihak swasta dan pemerhati lingkungan.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Urban Farming, Pekarangan Warga Disiapkan Jadi Sumber Pangan dan Penghasilan

Bahkan, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga telah melakukan kunjungan ke lokasi sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

Menurut Andi Nirma, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting keberhasilan program ini, sekaligus memperkuat kesadaran warga untuk memilah sampah dari rumah.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa lingkungan bersih lahir dari budaya, bukan sekadar biaya,” tegasnya.

Ke depan, BSU Nurul Ilmi menargetkan terciptanya siklus ekonomi sirkular di lingkungan CBP, di mana hasil pengolahan sampah dapat kembali dimanfaatkan oleh warga secara berkelanjutan.

Melalui gerakan ini, warga CBP membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan. (*)