ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang mengungkapkan penerimaan dana zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) mengalami penurunan signifikan.
Saat ini, dana zakat yang berhasil dihimpun hanya sekitar 20 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Ketua BAZNAS Kabupaten Enrekang, dr. H. Siswandi Mazmur, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kepengurusan baru dalam menjaga keberlangsungan program-program bantuan bagi masyarakat.
“Kami masih mempelajari kondisi BAZNAS Enrekang. Dana zakat yang masuk sekarang tidak lagi seperti sebelumnya. Saat ini penerimaan zakat dari ASN Enrekang tinggal sekitar 20 persen,” ujar Siswandi, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga : Lantik Pimpinan Baru Baznas, Bupati Enrekang Tekankan Amanah dan Profesionalisme
Menurutnya, penurunan penerimaan zakat membuat BAZNAS tidak dapat mempertahankan pola penyaluran bantuan seperti yang dilakukan pada kepengurusan sebelumnya.
Karena itu, berbagai program harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang tersedia agar tetap berjalan secara berkelanjutan.
“Kalau pola penyalurannya disamakan dengan sebelumnya, dikhawatirkan ada program bantuan yang tidak bisa dilanjutkan. Karena itu kami harus menyesuaikan program dengan kondisi dana yang ada,” jelasnya.
Siswandi menyebut, lima pimpinan baru BAZNAS Enrekang yang telah dilantik oleh Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, kini fokus melakukan pembenahan tata kelola lembaga sekaligus mengevaluasi kemampuan keuangan untuk memastikan seluruh program dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga : Pansel Umumkan Lima Pimpinan Terpilih BAZNAS Enrekang
Selain memperkuat tata kelola, BAZNAS juga berkomitmen mengoptimalkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah melalui berbagai program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di tengah menurunnya penghimpunan dana zakat, Siswandi mengajak para muzaki, khususnya ASN dan masyarakat yang telah memenuhi syarat, untuk terus menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kabupaten Enrekang.
“Semakin besar dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun, semakin banyak pula masyarakat yang bisa kami bantu melalui berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan,” tuturnya.
Ia berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat penghimpunan zakat sehingga BAZNAS Enrekang tetap mampu menjalankan fungsinya dalam membantu para mustahik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Enrekang. (*)


Komentar