GAM Kembali Geruduk PLN, Kompensasi untuk Warga Terdampak Pemadaman Dijanjikan

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN UID Sulselrabar, Jalan Hertasning, Makassar, Jumat (4/9/2026).

Aksi tersebut merupakan unjuk rasa jilid II sebagai tindak lanjut dari aksi sebelumnya yang digelar pada Kamis (3/9/2026). Massa kembali memprotes pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulselrabar).

Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban bekas dan membentangkan spanduk bertuliskan, “TAGIHAN TAK PERNAH BERGILIR, TAPI LISTRIK DIPADAMKAN BERGILIR.”

GAM membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak PLN UID Sulselrabar segera menghentikan pemadaman listrik bergilir, memberikan kompensasi kepada masyarakat terdampak, serta mencopot General Manager PLN UID Sulselrabar.

Panglima Besar GAM, Fajar Wasis, mengatakan aksi jilid II dilakukan karena pihaknya menilai PLN belum melakukan evaluasi secara optimal terhadap persoalan serupa yang pernah terjadi pada 2023.

Baca Juga : Protes Pemadaman Bergilir, GAM Desak PLN UID Sulselrabar Beri Kompensasi

“Permasalahan serupa sebenarnya telah terjadi pada 2023, ketika pemadaman listrik secara bergilir juga menjadi persoalan dengan alasan keterbatasan debit air yang berdampak terhadap pasokan listrik,” tegas Fajar.

Menurutnya, pengalaman tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bagi PLN untuk menyiapkan langkah antisipatif dan solusi yang lebih efektif sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi dan membebani masyarakat.

“Dengan adanya pengalaman tersebut, PLN UID Sulselrabar seharusnya dapat melakukan langkah antisipatif dan menyiapkan solusi yang lebih efektif agar permasalahan yang sama tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Pemadaman bergilir sendiri dilakukan PLN di sebagian wilayah Sulselrabar seiring adanya perbaikan infrastruktur kelistrikan pada sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

PLN Janjikan Kompensasi

Di penghujung aksi, massa GAM diterima untuk mengikuti audiensi dan dialog bersama pihak PLN. Pertemuan tersebut menjadi ruang penyampaian tuntutan sekaligus membahas solusi atas persoalan pemadaman listrik.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi pemadaman yang terjadi.

Baca Juga : Pamflet “Kepung PLN Sulselrabar” Beredar, GAM Siapkan Aksi Protes Pemadaman Bergilir

“Kami mengucapkan terima kasih atas kontrol dan perhatian yang dilakukan teman-teman Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM). Bagaimanapun, kami tidak akan mengelak atas kejadian yang terjadi. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas kondisi yang terjadi pada hari ini,” jelas Niki.

Terkait tuntutan kompensasi, Niki memastikan PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Terkait dengan kompensasi, kami memastikan bahwa hal tersebut akan diberikan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Sementara itu, pemadaman listrik secara bergilir akan kami upayakan untuk segera dihentikan,” lanjutnya.

Aksi jilid II GAM tersebut berlangsung tertib dan terarah. Setelah menyampaikan aspirasi, massa membubarkan diri usai mengikuti dialog dengan pihak PLN. (*)

Komentar