MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Iklim investasi di Kota Makassar menunjukkan tren positif. Hingga semester I atau periode Januari–Juni 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp2,7 triliun lebih, atau sekitar 77 persen dari target Pemkot Makassar sebesar Rp3,5 triliun tahun ini.
Kepala DPM-PTSP Makassar Mario Said mengatakan capaian tersebut menjadi indikator positif sekaligus membuka peluang realisasi investasi melampaui target hingga akhir 2026.
“Harapan kami sampai akhir tahun realisasinya tidak hanya memenuhi target Rp3,5 triliun, tetapi juga bisa melampaui capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,2 triliun,” ujar Mario, Kamis (13/8/2026).
Realisasi investasi terbesar berasal dari sektor transportasi, pergudangan dan telekomunikasi sebesar sekitar Rp638,78 miliar, disusul perdagangan dan reparasi Rp451,90 miliar, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp351,88 miliar, pertambangan Rp281,70 miliar, serta hotel dan restoran Rp224,98 miliar.
Baca Juga : Perlinsos Digital Makassar Tembus 50 Ribu KK, Wali Kota Munafri Bidik 70 Persen
Dari sumber modal, investasi dalam negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp2,1 triliun, sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai sekitar Rp617,9 miliar.
Mario menilai komposisi tersebut menunjukkan investasi Makassar semakin beragam, tidak hanya bertumpu pada perdagangan dan jasa, tetapi juga berkembang di sektor logistik, telekomunikasi, properti, pariwisata, dan perhotelan.
Untuk menjaga tren tersebut, DPM-PTSP terus memperkuat sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, terutama terkait kewajiban pelaporan realisasi investasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) pada sistem OSS.
Pendampingan dilakukan secara daring, di Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga pengawasan langsung ke lokasi usaha.
Baca Juga : Bapenda Makassar Perketat Reklame, 12 Ruas Jalan Dilarang
“Pelaporan realisasi ini dilakukan melalui sistem OSS. Kami juga melakukan pengawasan sekaligus sosialisasi secara door-to-door kepada para pelaku usaha,” jelasnya.
Menurut Mario, kepatuhan pelaku usaha sejauh ini tergolong baik. DPM-PTSP belum menemukan perusahaan yang sengaja mengabaikan kewajiban pelaporan.
Dengan sisa waktu enam bulan, Pemkot Makassar optimistis investasi terus tumbuh dan tidak hanya mencapai target Rp3,5 triliun, tetapi berpeluang menyamai atau melampaui realisasi 2025 sebesar Rp5,2 triliun. (*)

