“Pak Kapolri diminta untuk meresmikan bangunan baru tentu juga karena adanya chemistry dengan Pondok Pesantren Salafiyah Tajul Falah ini. Saat menjabat Kapolda Banten, Pak Sigit cukup luar biasa perhatiannya kepada tokoh agama, Ulama termasuk kepada pimpinan dan Pesantren Salafiyah Tajul Falah,” ujarnya di sela-sela peresmian, Sabtu (10/04/2021).
Ia amat merasa, Jenderal Sigit dalam memberi perhatian terhadap pentingnya pendidikan, tidak pernah memilah-milah mana pendidikan umum dan pendidikan pesantren.
“Perhatian Pak Sigit terhadap sarana dan prasarana keagamaan sungguh luar biasa, dan bantuannya kepada Pesantren Salafiyah Tajul Falah ini juga sungguh luar biasa,” tambahnya.
Jaro Ade menjelaskan, para pengasuh sudah memutuskan, Pesantren Tajul Falah tidak diperbolehkan berbadan hukum.
“Jadi, kita jug tidak menerima bantuan hibah dari APBN maupun APBD. Kita hanya menerima bantuan secara personal, jadi Pak Sigit juga membantu kami atas nama pribadi beliau,” jelasnya.
baca juga : Panglima dan Kapolri Fokuskan Evakuasi Korban Banjir NTT dan Kirim Bantuan
Jaro Ade, lebih lanjut menjelaskan, Jenderal Listyo Sigit telah membantu proses pembangunan Pesantren Tajul Falah tersebut sejak ia masih menjadi Kapolda Banten.
“Dulu bangunan Ponpes ini hanya menggunakan bambu dan kayu, sejak Pak Sigit menjadi Kapolda Banten pada tahun 2016, sudah membantu kami untuk membangun gedung satu lantai,” jelasnya.
Selanjutnya, ketik menjadi Kadiv Propam Polri, pembangunan kan belum di lanjut.
“Namun setelah menjadi Kabareskrim, Jenderal Sigit bertanya pembangunan pesantren dan sudah sejauh mana. Waktu itu, kami mohon doanya untuk pembangunan lantai dua dan lantai tiga, dan Jenderal Sigit langsung membantu,” imbuhnya.
Jadi, seluruh kebutuhan dari mulai besi, semen, keramik dan lainnya ini semua dari Jenderal Sigit saat menjabat Kabareskrim. Diakui, sebagian donatur datang dari para alumulni. Misalnya, untuk pekerjaan pengecoran. (Bidhumas)

