Wakil Wali Kota Makassar Paparkan Transformasi Smart City, Lontara+ Jadi Pilar Integrasi Layanan Publik di Forum ASCN 2026

BANYUWANGI, KORANMAKASSAR.COM — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham memaparkan perkembangan transformasi kota cerdas (Smart City) Makassar dalam The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 di Banyuwangi, Senin (20/7/2026).

Didampingi Kepala Diskominfo Makassar Muh. Roem, Aliyah menjelaskan berbagai inovasi digital yang dikembangkan Pemkot Makassar untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan publik.

Salah satu program utama yang dipaparkan adalah Lontara+ Super App, yang diproyeksikan menjadi ekosistem digital untuk mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform.

“Transformasi Smart City bukan hanya menghadirkan teknologi, tetapi memastikan setiap inovasi memberikan kemudahan dan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh layanan publik kami arahkan terintegrasi dalam satu ekosistem digital melalui Lontara+,” ujar Aliyah.

Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Hadiri ASCN Annual Meeting 2026 di Banyuwangi

Ia menjelaskan, transformasi digital Makassar diawali antara lain melalui program Smart Health Care pada 2023–2025 yang meningkatkan akses masyarakat terhadap telemedicine, layanan kesehatan digital dan penanganan kondisi darurat. Layanan tersebut kini diarahkan untuk terintegrasi dengan Lontara+.

Selain Lontara+, Makassar mengembangkan empat inisiatif lainnya, yakni Makassar Creative Hub, Makassar Incubator Center, City Security Surveillance and Command Center, serta Stadion Internasional.

Lontara+ sendiri sejak diluncurkan pada Juli 2025 telah mencatat lebih dari 4,3 juta akses layanan dan menyelesaikan lebih dari 20 ribu laporan masyarakat.

Mulai 2026, Pemkot Makassar menargetkan integrasi berbagai layanan, termasuk administrasi kependudukan, perizinan, perpajakan, kesehatan, kebencanaan, transportasi, pariwisata dan layanan lainnya dalam satu platform digital.

Di sektor ekonomi kreatif, Makassar Creative Hub menjadi ruang kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media dan investor.

Sementara Makassar Incubator Center memberikan pendampingan kepada UMKM dan wirausaha melalui inkubasi bisnis, sertifikasi, pembiayaan hingga akses pasar.

Pada bidang keamanan dan kedaruratan, Pemkot Makassar terus memperkuat Command Center 112 yang mengintegrasikan layanan darurat, CCTV dan koordinasi lintas instansi secara real-time.

Ke depan, sistem tersebut akan dikembangkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat deteksi dan respons terhadap berbagai insiden.

Baca Juga : Buka Sao Raja Tana Daeng Festival, Wakil Wali Kota Makassar : Ruang Perkuat Karakter Bangsa

Aliyah menegaskan, transformasi Smart City membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan negara. Melalui ASCN, Makassar membuka peluang kerja sama dalam pengembangan AI, big data, Internet of Things (IoT), digital twin, teknologi hijau, keamanan siber serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Melalui ASEAN Smart Cities Network, kami ingin terus belajar, berbagi pengalaman sekaligus membangun kemitraan untuk mewujudkan Makassar sebagai kota yang semakin cerdas, inklusif, tangguh dan berkelanjutan,” katanya.

The 9th ASCN Annual Meeting 2026 yang berlangsung 20–21 Juli 2026 tersebut menjadi forum pertukaran pengalaman dan praktik terbaik antar kota ASEAN dalam mempercepat pembangunan kota cerdas.

Tuan rumah Banyuwangi turut memperkenalkan program Smart Kampung sebagai salah satu inovasi digital dalam pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. (*)