BANYUWANGI, KORANMAKASSAR.COM — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menghadiri jamuan resmi The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu malam (19/7/2026).
Jamuan yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi dan jejaring antardaerah, khususnya dalam mendorong kolaborasi pembangunan kota berkelanjutan di kawasan ASEAN.
Aliyah hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muh. Roem serta Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Makassar Sri Wahyuli Malik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, delegasi kota anggota ASCN, Kemendagri, Bank Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan.
Baca Juga : Buka Sao Raja Tana Daeng Festival, Wakil Wali Kota Makassar : Ruang Perkuat Karakter Bangsa
Usai jamuan resmi, Aliyah menghadiri BEC Awards 2026 di Gazebo Blambangan. Ajang tersebut merupakan puncak apresiasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 yang mengangkat tema “Perang Bayu: The Great War of Blambangan.”
Tema tersebut mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan melawan penjajahan Belanda yang dikemas melalui karya kreatif para peserta karnaval.
Dalam kesempatan itu, Aliyah turut menyerahkan penghargaan kepada pemenang kategori Subtema Situs Perang.
Ia mengapresiasi konsistensi Banyuwangi dalam menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mengembangkan pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga : Wakil Wali Kota Makassar Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Pemkot Perkuat PAD
“Budaya adalah identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan. Banyuwangi menunjukkan bahwa sejarah dan kearifan lokal dapat dikemas secara kreatif menjadi daya tarik dunia sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Aliyah.
Menurutnya, kolaborasi antardaerah melalui forum ASCN serta pengembangan pariwisata berbasis budaya dapat menjadi kekuatan dalam mendorong kemajuan daerah.
Kehadiran Pemkot Makassar dalam rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan jejaring antardaerah dan pertukaran gagasan dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan, inovatif, serta memiliki daya saing. (*)

