Mahasiswa Pinggiran Soroti Pemadaman Bergilir di Makassar, Desak PLN Evaluasi Total

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Front Mahasiswa Pinggiran (FMP) menyatakan sikap terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Makassar dan sekitarnya.

FMP menilai kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat dan perlu menjadi perhatian serius PT PLN (Persero), khususnya PLN UID Sulselrabar.

Dalam pernyataannya, FMP menyebut penyampaian aspirasi merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa. Mereka merujuk pada Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

FMP menyoroti penjelasan PLN terkait pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan yang berdampak pada pengaturan pasokan listrik. Selain itu, kondisi kemarau yang menyebabkan penurunan debit air di sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga dinilai turut memengaruhi sistem kelistrikan.

Baca Juga : GAM Kembali Geruduk PLN, Kompensasi untuk Warga Terdampak Pemadaman Dijanjikan

Menurut FMP, kondisi kemarau seharusnya dapat diantisipasi melalui perencanaan dan skenario pengamanan pasokan yang matang sehingga masyarakat tidak terus menanggung dampak gangguan sistem kelistrikan.

Mereka juga mempertanyakan sejauh mana evaluasi terhadap persoalan kelistrikan pada tahun-tahun sebelumnya telah dilakukan.

“PLN seharusnya mampu melakukan perencanaan yang lebih matang dengan mengoptimalkan sumber-sumber pembangkit yang tersedia sesuai kemampuan teknis sistem, sehingga ketergantungan terhadap pembangkit tertentu tidak berujung pada terganggunya pasokan listrik kepada masyarakat,” demikian sikap FMP, senin (7/9/26).

Atas kondisi tersebut, FMP menyiapkan sejumlah tuntutan kepada PLN UID Sulselrabar.

Pertama, mereka mendesak PLN segera menghentikan pemadaman listrik bergilir yang dinilai merugikan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kedua, FMP meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan manajemen kelistrikan Sulselrabar, mulai dari perencanaan pasokan, pemeliharaan pembangkit hingga jaringan transmisi dan distribusi.

Baca Juga : Protes Pemadaman Bergilir, GAM Desak PLN UID Sulselrabar Beri Kompensasi

Ketiga, PLN didesak meningkatkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, terutama terhadap potensi penurunan kemampuan pembangkit yang bergantung pada kondisi hidrologi.

Selain itu, FMP meminta seluruh sumber pembangkit yang tersedia dioptimalkan sesuai kemampuan teknis dan kondisi sistem agar tidak terjadi ketergantungan berlebihan terhadap satu jenis pembangkit.

FMP juga mendesak PLN menyampaikan informasi secara transparan kepada masyarakat mengenai penyebab pemadaman, kondisi sistem, kapasitas pembangkit serta langkah penyelesaian yang tengah dilakukan.

Tak hanya itu, FMP meminta dilakukan evaluasi terhadap kinerja General Manager PLN UID Sulselrabar.

Mereka bahkan mendesak agar General Manager PLN UID Sulselrabar dicopot apabila hasil evaluasi nantinya membuktikan adanya kegagalan manajerial dalam mengantisipasi dan menangani persoalan kelistrikan yang berdampak terhadap masyarakat.

FMP menegaskan penyampaian sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya ketersediaan listrik yang menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di Makassar. (*)

Komentar