Kedokteran modern meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada sebabnya. Dan sebab itu bisa diteliti dan dijelaskan secara rasional. Bahwa ada beberapa jenis penyakit yang belum bisa disembuhkan, itu bukan berarti karena perbuatan tuhan, tapi karena teknologi manusia untuk mengatasinya belum ditemukan.
Dulu, manusia meyakini bintang, planet, dan benda-benda langit sebagai ciptaan tuhan. Kitab suci berbagai agama, tanpa sungkan, menegaskannya.
Hingga beberapa puluh tahun silam, masih banyak orang yang percaya dengan keyakinan primitif ini: tuhan berada di balik penciptaan benda-benda langit. Tapi kini, hanya orang tak terdidik atau mereka yang tak mengikuti perkembangan sains yang masih percaya dengan dongeng kuno ini.
Ilmu pengetahuan dan sains bukan hanya mampu menjelaskan asal-usul manusia dan alam raya. Tapi juga mampu menguraikan asal-usul agama dan sejarah tuhan.
Sekitar 500 atau 1000 tahun silam, teolog dan filsuf masih berdebat tentang agama dan tuhan sebagai fenomena yang “nyata” dan “objektif.” Tapi, ilmu pengetahuan modern menjelaskannya sebagai bagian dari “dongeng” dan “fiksi” rekaan manusia purba.

Metafisika dan hal-hal gaib memang bukan bagian dari objek sains. Tapi, jejak-jejaknya yang memiliki implikasi langsung bagi kehidupan manusia bisa diteliti dan dijelaskan.
Klaim-klaim agama tentang penciptaan manusia dan alam semesta terbukti keliru dan tak memiliki pijakan ilmiah sama sekali. Biologi modern berjalan di atas fondasi Evolusi dan penolakan terhadap konsep penciptaan yang dianut hampir semua agama.
Produk Budaya.
Sebelum sains modern lahir, informasi manusia tentang berbagai peristiwa yang disebutkan dalam kitab suci diyakini sebagai sesuatu yang valid dan harus diterima kebenarannya.
Tapi, sejak sains modern lahir dan berbagai disiplin ilmu sosial seperti Sejarah, Arkeologi, Antropologi, dan Sosiologi melakukan eksplorasinya, informasi kitab suci tak lagi bisa ditelan begitu saja. Terlalu banyak kekeliruan dan kesalahan historis di dalamnya.
Apa yang diuraikan saudara Denny JA seputar temuan para arkeolog dan antropolog tentang tokoh-tokoh agama seperti Adam, Nuh, Ibrahim, dan Musa adalah bagian dari kerja-kerja kritis ilmu pengetahuan.

